STANDAR PERBAIKAN PULVERIZER TYPE FAN MILL

Posted: September 14, 2011 in Uncategorized
  1. Jenis Fan Mill

    FM 220.400 Changchun Generating Equipment Co.Ltd

  1. Sesifikasi Teknis Boiler

     

    2.1    130T/H pulverized coal boiler

    Tipe boler adalah tekanan-temperature menengah, sirkulasi natural, drum uap tunggal,

    membrane water cooling wall, ventilasi seimbang, posisi luar ruangan , keluaran terak padat dan system kerangka baja. Ketinggian layer adalah 8m.

    Type\    \    \    \    : CG130/3.82M21

    Boiler evaporation\    \    \    : 130t/h

    Superheated steam pressure\    : 3.82Mpa

    Superheated steam temperature\    : 450

    Flue gas temperature\    \    : 150

    Primary air temperature\    \    : 987

    Second air temperature\    \    : 300

    Feed water temperature\    \    : 170

    Boiler efficiency\    \    \    : >88%

    Cool wind temperature: \    : 30

    Tipe\    \    \    \    : Outdoor

    Manufactory\    \    \    : Sichuan Boiler Factory

    Jumlah terpasang\    \    \    : dua

     

    2.2 Standar Kualitas Batubara

     

Item

Unit

Design

Actual

As received basis Car

%

56.9

59

As received basis Mar

%

15.4

13.96

As received basis N
ar

%

2.93

0.73

As received basis Aar

%

10.58

7.24

As received basis S
ar

%

0.43

0.93

As received basis H
ar

%

4.57

5.4

As received basis O
ar

%

9.19

12.74

Air dry basis water content Mad

%

7.7

8.89

Volatile matter Vdaf

%

45

52

Low heat value of as received basis Qnet.v.ar

kalori/g

5257

5733

HGI

 

42

43

Ash deformed temperature

0C

1420

1420

Ash softening temperature

0C

1500

1480

Ash melting temperature

0C

>1500

>1500

Ash Composition

SiO2

 

48.86

37.08

Al2O3

 

35.27

32.64

Fe2O3

 

4.27

11.08

CaO

 

2.36

7.8

MgO

 

0.09

0.31

Mg3O4

 

0.05

0.46

Na2O+ K2O

 

1.57

0.78

TiO2

 

3.68

0.12

P2O5

 

1.36

0.52

others

 

2.49

9.21

 

2.3 Start-up Oil Fuel

Type            : light oil

Low heat value        : 10.000 kalori/gr

Sulfur            : 2%

Flash point of end cover    : 65

Kinetic viscosity (20)    : 3.08.0×10-6m2/s

Ash content            : 0.01%

Moisture content        : sedikit

Setting point        :\0

  1. Setiap Boiler dilengakapi dengan 3 unit 2 operasi dan 1 stand by.
  2. Arah putaran berlawanan arah jarum jam dilihat dari belakang motor.
  3. Spesifikasi teknis Fan Mill

No.

Parameter

Pembacaan

Satuan

1

Ukuran batubara masuk

≤ 50

mm

2

Kapasitas desain

12.5

t/h

3

Temperature air pendingin

≤ 38

oC

4

Tekanan air pendingin

0.2

MPa

5

Kapasitas beater

12

t/h

6

Masa Pakai Beater Plate

≥ 3000

Jam

7

Masa Pakai Guard Hook

≥ 1500

Jam

8

Temperature Inlet (Udara & bt.bara)

350

oC

9

Temperature Outlet (Udara & serbuk)

120

oC

10

Kapasitas ruang udara

22000

m³/jam

11

Lifting Pressure Head

2.160

KPa

12

Diameter beater wheel

   
  • Outside

2200

mm

  • Inside

1250

mm

  • Effective witdh

400

mm

13

Kecepatan putar

742

rpm

14

Casing

   
  • Sudut buka

341

mm

  • Gap wheel dan casing

30

mm

15

Separator

Tipe Double flow inertia

 
  • Kapasitas

9

m3

16

Stationary Bearing

23252CACK/C3W33

 

Floating Bearing

23252CACK/C3W33

 

17

Motor

YFM360-8/990

 
  • Power

360

kW

  • Voltage

6000

V

  • Arus

45

A

  • Fekuensi

50

Hz

  • Putaran

750

Rpm

 

  1. Media Pengering berfungsi untuk memberikan efek “drying breaking”, sedangkan beater wheel berfungsi dalam proses “stricken srushing. Spesifikasi media pengering:

No.

Parameter

Pembacaan

Satuan

1

High Temperature Furnace

987

oC

2

Cold Air (Atmosfer)

30

oC

3

Hot Air (Secondary Air)

300

oC

4

Low Temperature Furnace (CGF)

150

oC

 

  1. Sealing Blade berfungsi sebagai seal udara agar batubara yang masuk ke balik beater wheel tidak keluar. Udara berasal dari ditarik oleh Secondary air temperature, dengan parameter udara sebagai beikut:

No.

Parameter

Pembacaan

Satuan

1

Temperature

300

oC

2

Flow Rate

1100

m³/h

 

  1. Proses Pulveriser
    1. Pulveriser berfungsi sebagai driying (pengering), powder making (penggerus) dan powder transmitting (pengantar).
    2. Media pengering memanaskan dan mengeringkan kulit butiran batubara dengan cepat, sehingga terjadi keretakan karena kulit batubara mengembang
      dengan cepat, sementara bagian dalam lebih lambat sehingga terjadi pecah pada permukaan. Proses ini disebut “drying breaking”.
    3. Butiran batubara dihantam beater wheel (impeller) yang berputar cepat dan terdorong ke saluran batubara. Pada separator karena perbedaan berat, batubara yang besar masuk kembali ke fan mill untuk digerus ulang. Proses ini disebut “Stricken Crusing”.

       

  2. Temperature Bearing Box

    Batasan temperature bearing adalah Kurang dari 75 ˚C, jika mencapai lebih dari 80 ˚C, maka harus dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kondisi:

    1. Sirkulasi air pendingin bekerja normal.
    2. Level minyak pelumas tidak dalam kondisi low level.
    3.  
  3. Sealing Blade

    Jika terjadi kebocoran serbuk batubara pada poros maka dilakukan pemeriksaan kondisi:

    1. Sealing blade dalam kondisi belum habis terabrasi.
    2. Lining casing belum habis terabrasi.
    3. Paking penutup main hole dalam kondisi baik.
  4. Vibrasi

    Pengukuran batasan vibrasi mesin fan mill adalah:

    1. 10 μm kondisi normal
    2. ≥ 15 μm perlu dilakukan inspeksi kondisi:
      1. Kekencangan baut pondasi pada bearing box.
      2. Pemeriksaan kemungkinan impeller sudah tidak balance akibat terabrasi batubara.
      3. Periksa kekencangan baut pondasi casing impeller.
      4. Inspeksi kekencangan baut motor.
    3. 16 – 20 Perlu dilakukan balancing impeller dan penggantian impeller jika, tekanan discharge ≤ 1 KPa.
    4. Inspeksi kekencangan baut pengunci pada tapered hole.

       

  5. Jalur Recycle Powder

    Beberapa masalah yang sering terjadi pada jalur recycle:

    1. Kebocoran akibat plat casing akibat terabrasi batubara, sampai saat ini diselesaikan dengan penggantian plat harfacing dengan kekerasan 400-500 HRB.
    2. Kebocoran pada ikatan sambungan, akibat gland seal terabrasi.

     

  6. Temperature bearing

    Batasan temperature bearing adalah Kurang dari 75 ˚C, jika mencapai lebih dari 75 ˚C, maka harus dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kondisi:

    Sirkulasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s