ANALISA ALAT TURBIN OIL PURIFIER & FILTER

MENGURANGI KATASTROPIK PROBLEM PADA BEARING TURBIN & SISTEM PIPING AKIBAT KONTAMINASI AIR DAN PARTIKEL PADAT & EFISIENSI KONSUMSI

OIL LUBRIKASI


 

 

 

 

 

 

 

 


 

   

RINGKASAN

Air merupakan salah satu material yang selalu ada dan merusak pada sistem hidrolik dan pelumas. Ketika air mengkontaminasi pada sistem pelumas maka akan menyebabkan:

  1. Korosi pada part mesin.
  2. Memperpendek umur bearing.
  3. Memperpendek life time minyak pelumas.
  4. Mengurangi performance minyak pelumas.
  5. Menyebabkan abrasi pada bearing .

Minyak pelumas turbin memiliki kemampuan mengabsorb air ketika dalam kondisi temperatur tinggi, akibat ekspansi molekul oil. Ketika temperatur oil semakin turun , sehingga pada kondisi saturated, oil melepaskan air, sehingga pada temperatur rendah air mengendap dan menjadi dissolved water. Dissolved water ini yang merusak bearing dan menciptakan kerak partikel yang mengotori pada sistem pelumas sehingga menjadi partikel padat pengotor pada oli. Partikel padat inilah yang kemudian merusak bearing turbin dan impeler pompa oil. Beberapa pengotor yang harus dibersihkan untuk memperpanjang life time oil lub :

  1. Partikel Padat
  2. Air
  3. Udara
  4. Gas

 

Dengan adanya alat oil purifier dan filter akan memperpanjang life time time 10.000 jam/±1 tahun menjadi 30.000 jam/±3 tahun.

KATA KUNCI

Air, sistem pelumas, molekul, saturated oil, disolved water, bearing, partikel padat, life time.

SPESIFIKASI TURBIN OIL & TANK

  1. Turbine

    Merk                : Qingdao Jieneng Stem Turbine Group

    Type                : Condensing Turbine

    Model                : N 15-6.2

    Power                 : 15 MW

    Steam Pressure            : 6.2 MPa

    Steam Temperature        : 4650 C

    Exhaust Steam Pressure        : 0,0093 MPa

    Speed                : 3000 rpm

     

  2. Kapasitas Tangki

    Merk                : Qingdao Jieneng Stem Turbine Group

    Kapasitas    tanki            : 6 m3 /6.000 liter

    Kapasitas total            : 12 m3 /12.000 liter

     

  3. Turbin Oil Spec.

    Viscosity (ASTM D445)        : (cST @ 400C)46 & (cST @ 1000C) 6.6

    Colour (ASTM D1500)        : L 0.5

    Pour Point 0C (ASTM D97)        : <-12

    Flash Point –COC (ASTM D92, 0C)    : 220

STANDAR OIL PURIFIER & FILTER

Standar peralatan yang dibutuhkan adalah :

  1. Flow Rate            : 6000 liter/3 jam operasi/60 menit = 33 liter/menit
  2. Flow Rate            : 6000 liter/6 jam operasi/60 menit = 17 liter/menit
  3. Water Content Result        : Start 10.000 ppm (1%) & Stop 50 ppm (0,005%)
  4. Contamination Level        : Start ISO 21/18/16 & Stop ISO 16/14/11(*)

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  5. Proses Kerja sistem vaccum dehydrator (**)

     

     

     

 

 

 

 

 

ANALISA

Dari data spesifikasi dan volume turbin oil pada WHRB Power Plant 2 x 14 MW dapat dianalisa sbb :

  1. Biaya penggantian konsumsi oli turbin tanpa purifier & filter setiap tahun/10.000 jam

    2 x 12.000 liter x Rp 45.000,- = Rp 1.080.000.000,-

  2. Asumsi harga oil purifier & filter $72.000,- atau ± Rp 720.000.000,-
  3. Penghematan konsumsi turbin oil yang bisa dilakukan setelah memakai purifier dan filter selama 3 tahun adalah:

    (3 x Rp 1.080.000.000 ) – Rp 1.080.000.000,- = Rp 2.160.000,-

  4. Total Penghematan selama setahun = Rp 2.160.000,- / 3 = Rp 720.000.000, -/tahun
  5. Jangka Waktu pengembalian modal

    Rp 720.000.000,- / Rp 720.000.000,- = 1 tahun atau 12 bulan

  6. Jangka Waktu pengembalian modal akan lebih pendek jika masa pakai oli berdasarkan pengalaman bisa mencapai 5 tahun lebih.

 

SUMMARY

Biaya konsumsi turbin oil tanpa purifier & Filter

Rp 1.080.000.000,-

Penghematan konsumsi instalasi purifier & filter selama 3 tahun

Rp 2.160.000.000,-

Penghematan konsumsi turbin oil /tahun

Rp 720.000.000,-

Asumsi Investasi pembelian purifier & filter

Rp 720.000.000,-

Waktu Pengembalian modal

12 bulan

 

Iklan

Matrix Perbandingan Oil Purifier Parker PVS 600 dan Zhongneng Purifier TY 50


 

 

 

 

 

 

Spesifikasi

No

ITEM

Parker PVS 600

Zhongneng Purifier TY 50

1.

Flow Rate

2280 L/H

3000 L/H

2.

Working Pressure

4.1 Bar

3 Bar

3.

Temperature Range

0 ~ 100 °C

4.

Water Content

≤ 50 PPM

≤ 50 PPM

5.

Cleanless

14/13/10 ISO /≤ 4 NAS

14/13/10 ISO /≤4 NAS

6.

Length

1638 m

1400 m

7.

Width

1117 m

1950 m

8.

Height

1550

1600 m

9.

Weight

400 Kg

600 Kg

  1. Uraian

Di bawah Kontrak ini termasuk pada harga pembelian berikut ini:

  1. Pengujian dan pengukuran dengan alat ukur yang terkalibrasi pada pra-purchasing bahwa mesin yang datang sesuai dengan spesifikasi yang tercantum.
  2. Pengujian dan pengukuran dilakukan pada watercontent start 10.000 ppm dan stop pada 50 ppm.
  3. Pengujian dan pengukuran dilakukan pada cleanless start operasi pada NAS 10 dan stop pada NAS 5.
  4. Pengujian dan pengukuran ditanggung sepenuhnya oleh vendor.
  5. Pengujian reliability mesin yang dianggap sesuai dengan utilisasi mesin pada plant.
  6. Harga termasuk biaya Instalasi dan running tes di site PT MJIS oleh pihak vendor.
  7. Harga termasuk penggantian spare dan filter garansi agar terpenuhi sesuai dengan spesifikasi yang diajukan minimal dalam waktu 1 tahun.
  8. Harga termasuk pelatihan di site cara pengoperasian.
  9. Harga termasuk manual operation dan tehnical guide untuk maintanance dan trouble shooting.
  10. Harga termasuk list spare part yang menjadi consumable.
  11. Kemudahan dan ketepatan waktu pengadaan spare part.
  12. Mendapatkan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan.
  13. Melakukan Pekerjaan sesuai dengan spesi-fikasi, prosedur, kode dan standar yang diminta oleh PT MJIS dan atau mengi-kuti hukum dan peraturan Pemerintah.
  14. Vendor harus melaksanakan Jasa-jasa sesuai dengan praktek-praktek yang aman, melaksanakan segala tindakan pencegahan untuk melindungi semua pegawainya, barang miliknya demikian juga dengan barang-barang milik PT MJIS dan Vendor harus membina praktek keselamatan yang baik terhadap para pegawainya dengan mengikuti ketentuan-ketentuan berdasarkan peraturan PT MJIS dan Pemerintah yang berlaku.

MECHANICAL TROUBLESHOOTING GENSET

Posted: Oktober 15, 2011 in Uncategorized

TROUBLESHOOTING ENGINE

MECHANICAL TROUBLESHOOTING GENSET

Masalah-masalah yang berhubungan dengan mesin

         

No.

Permasalahan

Kemungkinan Penyebab

Penyebab Masalah

Tindakan

     

A. Sistem Kelistrikan

 

1

Mesin tidak mau start

A1, A2, A3, A4,

1.Tegangan baterai kurang

Charge / isi baterai

   

B4, B5, B6, B7, B8, D1,

2. Pengkabelan tidak baik

Perbaiki/ganti kabel-kabel

   

G1, G3, G5, G6, G7, G12,

3. Kerusakan starter motor

Perbaiki/ganti starter motor

   

G16

4. Alternator tidak baik

Perbaiki/ganti alternator

         

2

Mesin mau hidup tetapi segera mati lagi

 

B. Sistem Bahan Bakar

 
 

2.1. Tanpa asap

B5, B6, B7, B8, D1,

1. Injection timing terlampau awal

Cek timing

   

G1, G7, G8, G15

2. Injection timing terlambat

Cek timing

 

2.2. Ada asap

C1, B4, G3, G5, G6

3. Bahan bakar tidak bagus

Gunakan bahan bakar yang baik

 

 

 


 

 

4. Bahan bakar tercampur air

Bersihkan air / gunakan water separator

3

Mesin kurang tenaga

 

5. Filter solar tersumbat

Bersihkan / ganti filter solar

 

3.1. Warna asap normal

B3, B5, B6, B7, B8, D1,

6. Ada udara dalam sistem bahan bakar

Buang angin palsu

   

G1, G2, G3, G4, G10

7. Pipa solar bocor atau buntu

Bersihkan / ganti pipa

 

3.2. Warna asap putih

B1, B2, B3, B4, B9, B11

8. Injection pump kekurangan solar

Cek tangki solar, kran, pipa, filter, feed pump

   

E11, F3, G5, G6, G9, G16

9. Kekurangan solar dari injection pump

Cek / kalibrasi injection pump

 

3.3. Warna asap hitam

B2, B3, B9, B11, C1, C2,

10. Kelebihan solar dari injection pump

Cek / kalibrasi injection pump

   

C3, E2, E3, E5, E6, F1, F2

11. Nozzle tidak bagus

Cek / perbaiki / ganti nozzle

   

G2, G3, G16

   
 

 


 

 


 

 

 

 

 

C. Sistem Udara

 

4

Suara ketukan keras (knocking)

B1

1. Filter udara kotor/tersumbat

Bersihkan atau ganti filter udara

     

2. Pengoperasian pada daerah/suhu tinggi

Gunakan mesin dengan power lebih tinggi

5

Suara mesin tidak normal

G1, G2, G3, G5, G7, G10

3. Pipa knalpot tersumbat

 
   

G11, G12, G13, G16

   
     

D. Sistem Pelumasan

 

6

Suara pembakaran tidak normal

B3, B4, B9, B11, C1, C3

1. Oli kurang bagus

Ganti dengan oli standar (SAE 40)

     

2. Kebocoran oli pada sistem pelumasan

Perbaiki kebocoran

7

Mesin hunting

 

3. Pompa oli kurang baik

Cek / perbaiki / ganti

 

7.1. Pada putaran idle

B4, B9, B11, G5, G7, G10

4. Filter oli tersumbat

Bersihkan / ganti

   

G15

5. Valve pengatur tekanan oli jelek

Bersihkan / perbaiki / ganti

 

7.2. Pada putaran normal

B4, B9, B11, G3, G7, G10,

6. Kapasistas oli kurang

Tambahkan oli hingga cukup

   

G15

 


 

 
     

E. Sistem Pendingin

 

8

Getaran mesin cukup kuat

B1, B9, B11, G3, G5, G7,

1. Sistem pendinginan berlebihan

Thermostat terbuka terus (macet)

   

G10, G11, G15

2. Sistem pendinginan kurang

Thermostat tertutup terus (macet)

     

3. Kapasitas air radiator kurang

Tambahkan air, perbaiki kebocoran, bersihkan

9

Mesin lambat menuju kecepatan idle

G15

4. Kebocoran lapisan pemisah air dan oli

Perbaiki / ganti oil cooler, ganti seal-seal air

     

5. Fan belt kurang cukup kencang

Setel kekencangan fan belt

10

Boros bahan bakar

B2, B10, B11, C2, E1, G2

6. Thermostat kurang baik kerjanya

Cek / ganti

     


 

 

11

Boros oli

B10, D1, D2, G5, G6, G8,

F. Turbocharger

 
   

G9, G12, G14

1. Blower kotor

Bersihkan

     

2. Katup asap tidak bekerja baik

Bongkar dan perbaiki

12

Oli bercampur solar

G3, G5, G6

3. Bearing sudah aus

Cek atau ganti repair kit

     

4. Baling-baling turbin/blower aus/sobek

Cek, perbaiki atau ganti turbine kit

13

Oli bercampur air

E4, G4, G17

   
     

G. Sistem Permesinan

 

14

Tekanan oli rendah

D1, D2, D4, D5, D6, E4

1. Kerenggangan klep tidak tepat

Setel kerenggangan klep

   

G10, G11

2. Kebocoran kompresi dari valve seat

Perbaiki (skir) atau ganti valve set

     

3. Klep-klep sudah aus

Perbaiki atau ganti

15

Pipa pernapasan keluar gas cukup ba-

B10, D1, D4, G2, G3, G5,

4. Cylinder head gasket bocor

Ganti gasket

 

nyak

G6, G7, G8, G9, G12, G14

5. Piston ring aus / patah

Ganti piston ring

     

6. Cylinder, piston dan ring sudah longgar

Gunakan ukuran oversize atau ganti baru

16

Suhu mesin terlalu tinggi (overheat)

B10, C2, E2, E3, E4, E5,

7. Crankshaft dan bearing aus

Perbaiki atau ganti

   

E6, G4, G5

8. Kesalahan pemasangan piston ring

Perbaiki susunan piston ring

     

9. Pemasangan piston ring terbalik

Betulkan pemasangan

17

Suhu mesin terlalu rendah

E1, E6

10. Main bearing dan conrod bearing aus

Cek dan ganti

     

11. Baut conrod kendor

Kencangkan sesuai ukuran

18

Udara masuk tekanannya rendah/kurang

C1, C2, F1, F2, G1, G2, G3

12. Ruang bakar kemasukan benda asing

Bongkar dan perbaiki ruang bakar

     

13. Backlash dari gear-gear terlalu besar

Perbaiki gear-gear

19

Temperature gas buang tinggi

B2, B9, B10, C3, E2, E3

14. Bushing dari klep-klep sudah aus

Cek dan ganti

   

E5, G1, G2, G5

15. Governor kurang baik

Perbaiki dan setel ulang

     

16. Timing buka/tutup klep tidak tepat.

Setel klep dan cek timing buka/tutup klep

     

17. Seal water pump, seal liner, seal oil cooler

Ganti seal-seal

  1. Jenis Fan Mill

    FM 220.400 Changchun Generating Equipment Co.Ltd

  1. Sesifikasi Teknis Boiler

     

    2.1    130T/H pulverized coal boiler

    Tipe boler adalah tekanan-temperature menengah, sirkulasi natural, drum uap tunggal,

    membrane water cooling wall, ventilasi seimbang, posisi luar ruangan , keluaran terak padat dan system kerangka baja. Ketinggian layer adalah 8m.

    Type\    \    \    \    : CG130/3.82M21

    Boiler evaporation\    \    \    : 130t/h

    Superheated steam pressure\    : 3.82Mpa

    Superheated steam temperature\    : 450

    Flue gas temperature\    \    : 150

    Primary air temperature\    \    : 987

    Second air temperature\    \    : 300

    Feed water temperature\    \    : 170

    Boiler efficiency\    \    \    : >88%

    Cool wind temperature: \    : 30

    Tipe\    \    \    \    : Outdoor

    Manufactory\    \    \    : Sichuan Boiler Factory

    Jumlah terpasang\    \    \    : dua

     

    2.2 Standar Kualitas Batubara

     

Item

Unit

Design

Actual

As received basis Car

%

56.9

59

As received basis Mar

%

15.4

13.96

As received basis N
ar

%

2.93

0.73

As received basis Aar

%

10.58

7.24

As received basis S
ar

%

0.43

0.93

As received basis H
ar

%

4.57

5.4

As received basis O
ar

%

9.19

12.74

Air dry basis water content Mad

%

7.7

8.89

Volatile matter Vdaf

%

45

52

Low heat value of as received basis Qnet.v.ar

kalori/g

5257

5733

HGI

 

42

43

Ash deformed temperature

0C

1420

1420

Ash softening temperature

0C

1500

1480

Ash melting temperature

0C

>1500

>1500

Ash Composition

SiO2

 

48.86

37.08

Al2O3

 

35.27

32.64

Fe2O3

 

4.27

11.08

CaO

 

2.36

7.8

MgO

 

0.09

0.31

Mg3O4

 

0.05

0.46

Na2O+ K2O

 

1.57

0.78

TiO2

 

3.68

0.12

P2O5

 

1.36

0.52

others

 

2.49

9.21

 

2.3 Start-up Oil Fuel

Type            : light oil

Low heat value        : 10.000 kalori/gr

Sulfur            : 2%

Flash point of end cover    : 65

Kinetic viscosity (20)    : 3.08.0×10-6m2/s

Ash content            : 0.01%

Moisture content        : sedikit

Setting point        :\0

  1. Setiap Boiler dilengakapi dengan 3 unit 2 operasi dan 1 stand by.
  2. Arah putaran berlawanan arah jarum jam dilihat dari belakang motor.
  3. Spesifikasi teknis Fan Mill

No.

Parameter

Pembacaan

Satuan

1

Ukuran batubara masuk

≤ 50

mm

2

Kapasitas desain

12.5

t/h

3

Temperature air pendingin

≤ 38

oC

4

Tekanan air pendingin

0.2

MPa

5

Kapasitas beater

12

t/h

6

Masa Pakai Beater Plate

≥ 3000

Jam

7

Masa Pakai Guard Hook

≥ 1500

Jam

8

Temperature Inlet (Udara & bt.bara)

350

oC

9

Temperature Outlet (Udara & serbuk)

120

oC

10

Kapasitas ruang udara

22000

m³/jam

11

Lifting Pressure Head

2.160

KPa

12

Diameter beater wheel

   
  • Outside

2200

mm

  • Inside

1250

mm

  • Effective witdh

400

mm

13

Kecepatan putar

742

rpm

14

Casing

   
  • Sudut buka

341

mm

  • Gap wheel dan casing

30

mm

15

Separator

Tipe Double flow inertia

 
  • Kapasitas

9

m3

16

Stationary Bearing

23252CACK/C3W33

 

Floating Bearing

23252CACK/C3W33

 

17

Motor

YFM360-8/990

 
  • Power

360

kW

  • Voltage

6000

V

  • Arus

45

A

  • Fekuensi

50

Hz

  • Putaran

750

Rpm

 

  1. Media Pengering berfungsi untuk memberikan efek “drying breaking”, sedangkan beater wheel berfungsi dalam proses “stricken srushing. Spesifikasi media pengering:

No.

Parameter

Pembacaan

Satuan

1

High Temperature Furnace

987

oC

2

Cold Air (Atmosfer)

30

oC

3

Hot Air (Secondary Air)

300

oC

4

Low Temperature Furnace (CGF)

150

oC

 

  1. Sealing Blade berfungsi sebagai seal udara agar batubara yang masuk ke balik beater wheel tidak keluar. Udara berasal dari ditarik oleh Secondary air temperature, dengan parameter udara sebagai beikut:

No.

Parameter

Pembacaan

Satuan

1

Temperature

300

oC

2

Flow Rate

1100

m³/h

 

  1. Proses Pulveriser
    1. Pulveriser berfungsi sebagai driying (pengering), powder making (penggerus) dan powder transmitting (pengantar).
    2. Media pengering memanaskan dan mengeringkan kulit butiran batubara dengan cepat, sehingga terjadi keretakan karena kulit batubara mengembang
      dengan cepat, sementara bagian dalam lebih lambat sehingga terjadi pecah pada permukaan. Proses ini disebut “drying breaking”.
    3. Butiran batubara dihantam beater wheel (impeller) yang berputar cepat dan terdorong ke saluran batubara. Pada separator karena perbedaan berat, batubara yang besar masuk kembali ke fan mill untuk digerus ulang. Proses ini disebut “Stricken Crusing”.

       

  2. Temperature Bearing Box

    Batasan temperature bearing adalah Kurang dari 75 ˚C, jika mencapai lebih dari 80 ˚C, maka harus dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kondisi:

    1. Sirkulasi air pendingin bekerja normal.
    2. Level minyak pelumas tidak dalam kondisi low level.
    3.  
  3. Sealing Blade

    Jika terjadi kebocoran serbuk batubara pada poros maka dilakukan pemeriksaan kondisi:

    1. Sealing blade dalam kondisi belum habis terabrasi.
    2. Lining casing belum habis terabrasi.
    3. Paking penutup main hole dalam kondisi baik.
  4. Vibrasi

    Pengukuran batasan vibrasi mesin fan mill adalah:

    1. 10 μm kondisi normal
    2. ≥ 15 μm perlu dilakukan inspeksi kondisi:
      1. Kekencangan baut pondasi pada bearing box.
      2. Pemeriksaan kemungkinan impeller sudah tidak balance akibat terabrasi batubara.
      3. Periksa kekencangan baut pondasi casing impeller.
      4. Inspeksi kekencangan baut motor.
    3. 16 – 20 Perlu dilakukan balancing impeller dan penggantian impeller jika, tekanan discharge ≤ 1 KPa.
    4. Inspeksi kekencangan baut pengunci pada tapered hole.

       

  5. Jalur Recycle Powder

    Beberapa masalah yang sering terjadi pada jalur recycle:

    1. Kebocoran akibat plat casing akibat terabrasi batubara, sampai saat ini diselesaikan dengan penggantian plat harfacing dengan kekerasan 400-500 HRB.
    2. Kebocoran pada ikatan sambungan, akibat gland seal terabrasi.

     

  6. Temperature bearing

    Batasan temperature bearing adalah Kurang dari 75 ˚C, jika mencapai lebih dari 75 ˚C, maka harus dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kondisi:

    Sirkulasi

RINGKASAN

Water Treatment Plant (WTP) menggunakan prosedur back wash dan fast rinse untuk tanki sand filter yang bertujuan untuk membuang kotoran dengan turbidity kurang dari 3 NTU, sebelum masuk Raw water Tank. Raw water merupakan bahan baku dari air demint untuk feedwater boiler dengan turbidity (tingkat kekeruhan) 2 NTU dan PH 7, sekaligus sebagai air supply untuk industrial (pendingin semua mesin) dan dometik (wastafel & toilet). Dalam proses tersebut , air dari proses tersebut dibuang sebagai limbah industry. Dari pengamatan didapatkan bahwa air limbah tersebut memiliki turbidity minimal 3 NTU dengan PH 7. Sebagai perbandingan turbidity air PDAM adalah 12 NTU dengan PH 7. Selama ini air domestic untuk toilet & wastafel menggunakan raw water pula dengan turbidity 2 NTU dan PH 7.

Dalam project proposal ini air sisa back wash dimanfaatkan kembali sebagai air domestic dengan menambahkan tanki air domestic (memanfaatkan tanki dekat mess yang tidak terpakai) khusus untuk toilet dan wastafel. Penerapan opsi ini akan mengurangi penggunaan raw water yang berimplikasi pada konsumsi chemical untuk produksi raw water dan penghematan biaya tahunan sebesar Rp 142.350.000

KATA KUNCI

WTP, Back wash, Fast Rinse, Sand Filter Tank, Raw water, Air Domestik, Turbidity, PH, Pemanfaatan Kembali air limbah, Tanki mess, Toilet & Wastafel.

DATA SPESIFIKASI

Data Spesifikasi Blower Anion Carbon Filter Tank sebagai berikut :

No.

Parameter

Anion Carbon Filter Tank Blower

Satuan

1. Diameter Tangki

238

cm

2. Tinggi Tangki

360

cm

3. Volume Tangki

16

M3

4. Jenis Blower

Aksial

5. Head yang dihasilkan

440

mmWc

6. Fluida yang ditangani

Udara

7. Kapasitas Blower

1907,6

M3/Jam

8. Berat Jenis Fuida

1,23

Kg/M3

9. Suhu Fluida

25

0C

10. Kisaran Pengendali Aliran

80

%

11. Daya Masuk

1.5

KW

12. Kecepatan

2900

rpm

13. Efisiensi

0,95

%

14. Motor
Daya

2

HP

Arus Beban Penuh

3,31

A

Kecepatan

2900

Rpm

Pasokan Tegangan

380

Volts

Efisiensi

95

%

Faktor Daya

0,86

Frekwensi

50

Hz

15. Jenis Pelumas

Grease

DATA SPESIFIKASI

Data Spesifikasi Blower Sand Filter Tank sebagai berikut :

No.

Parameter

Sand Filter Tank Blower

Satuan

1. Diameter Tangki

288

cm

2. Tinggi Tangki

6834

cm

3. Volume Tangki

44,49

M3

4. Jenis Blower

Aksial

5. Head yang dihasilkan

440

mmWc

6. Fluida yang ditangani

Udara

7. Kapasitas Blower

3392,9

M3/Jam

8. Berat Jenis Fuida

1,23

Kg/M3

9. Suhu Fluida

25

0C

10. Kisaran Pengendali Aliran

80

%

11. Daya Masuk

3

KW

12. Kecepatan

2900

rpm

13. Efisiensi

0,95

%

14. Motor
Daya

4

HP

Arus Beban Penuh

6,49

A

Kecepatan

2900

Rpm

Pasokan Tegangan

380

Volts

Efisiensi

95

%

Faktor Daya

0.87

Frekwensi

50

Hz

15. Jenis Pelumas

Grease

ANALISA

  1. Data Teknis
    1. Diameter Tangki \    \    : 238 cm
    2. Tinggi Tangki\    \    : 360 cm
    3. Volume tangki\    \    : 16 m3
  2. Blower direncanakan tipe tekanan sedang (160~400 mmH2O) dengan tekanan discharge 1,1 ~1,3 bar.
  3. Kecepatan Udara rata-rata


    Dimana :

    Cp\    : Konstanta Tabung Pitot 0,8

    p \    : Perbedaan Tekanan rata – rata

        : Berat Jenis Udara

    Kecepatan udara rata-rata berkisara 20~30 m/sec

  4. Kapasitas aliran masuk ke dalam tangki didesign 50 kali volume tangki

    \    Q = 50 x Vt

    \
        \ = 50 x 16 = 800 m3/jam = 0,22 m3/detik

  5. Untuk menentukan diameter inlet minimum blower didapat dari :

    Q = V x A

    Dimana V diambil 30 m/sec untuk ducting jadi




    Diameter inlet Blower

    = = 0,097 m = 10 cm

    Untuk memperbesar volume udara Din diameter inlet blower menjadi 15 cm,

    Jadi volume yang masuk :

    Q =

    = 0,53 m3 / dt atau 1907,6 m3/jam

  6. Kapasitas aliran udara yang masuk ke tangki :




    = 119,3 kali kapasitas tangki

  7. Data pendukung :
    1. Pressure Suction (Ps)\    = 1 atm
    2. Temperature Ambient\    = 25o C = 298o C
    3. Pressure discharge diambil 440 mmH2O = 4400 Pa
  8. Tekanan rata-rata discharge blower :

    Pm = Ps +

    = 103.000 + = 105.200 Pa

  9. Berat jenis gas yang dialirkan blower :

    Pm = Ps + dimana R = konstanta gas udara = 287 Joule/Kg.0K

    Maka m = = 1,23 kg/m3

  10. Head Blower yang diperlukan dapat dihitung dengan rumus :

    H =

    Karena perbedaan inlet dan outlet (z) =0 dan perbedaan keceptan inlet dan outlet (V) adalah 0 maka H = = = 365,02 m

  11. Putaran spesifik blower :

    N= putaran motor 2900 rpm

    Nq
    = = = 25, 28

  12. Dengan putaran spesifik yang sudah diketahui maka bilangan putar blower dapat dihitung dengan rumus :

    = 0,16

    Dari diagram cordier = 0,16 diadapat nilai bilangan putar 2,2556

  13. Diameter impeller blower

    Do = = = 0,3623 m 36 cm

  14. Lebar impeller blower dihitung berdasarkan rumus :

    Q = V.A = Vo .. Din.W

    Sehingga W=

    Dimana Din = 1,05 Ds

    \     = 1,05. 0,15

    \     = 0,1575 m 15,75 cm

    Kecepatan aliran didalam rumah blower V = 20 m/dt

    Maka W =

    \    \ = 0,0714 m 7,2 cm

  15. Daya motor yang diperlukan

    P = =

    = 395,8 Watt 0,5 KW

    Maximum daya operasi 1,5 x = 1,5 KW = 2 HP

STANDARD MINYAK TRAFO

Posted: September 14, 2011 in Uncategorized

TABEL KLASIFIKASI TEST MINYAK TRAFO BERDASARKAN

“ASTM STANDARD”

 

No 

TEST ITEM

ASTM Std 

ACCEPTABLE

QUESTIONABLE

UN ACCEPTABLE

1 

ACID

D 974 

≤ 0,5

0,60-0,10

> 0,10

2

IFT

D 971

≥ 32,0

28,0-31,9

< 27,90

3

Dielectric str

D 877

≥ 40

25 – 29

< 25

4

Colour

D 1524

≤ 3,50

> 3,50

5

Spesific grv

D 1298

0,84-0,91

< 0,84

> 0,91

6

Visual

D 1524

Clear

Tea

Dark

7

DBPC

D 2668

≥ 0,20

0,19-0,11

≤ 0,10

8

Power Factor

D 924

25ºc <0,1

100ºc<2,99 

0,1-0,3

3,0-3,99 

> 3,0

> 4,0 

9

         

10

Karl Fisher

D 1533

69KV ≤ 30

69-288KV ≤ 30

>345 KV ≤ 15 

30 – 34,9

20 – 24,9

15 – 19,9 

≥ 35

≥ 25

≥ 20 

11

Gas Content

D 3612

**

**

**

12 

ICP 

 

**  

** 

** 

13

Metal Content

 

< 100

 

101 – 249

14

Furan(Optional)

D 5837

<=100

101 – 249

> 250

15

PCB

D 4059

≥ 140 ºc

   

16

Flash Point

D 72

≤-40 ºc

   

17

Pour Point

D 97

12,00

   

18

Viscosity

D 88

0,30

   

19

Inhibitor(%)

D 2668

35

   

20 

Water(ppm)

D 1533

     

 

 

Note : ** (Recommendation based upon current data )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TABEL KLASIFIKASI TEST MINYAK TRAFO(DIELECTRIC STR) BERDASARKAN

IEC 156-60422 / 2005

 

No 

Parameter 

Metoda

Jenis Trafo

Baik

(KV)

Cukup

(KV)

Buruk

(KV)

1 

 

Tegangan tembus

(kV/2,5 mm) 

 

IEC.60422

Th.2005

O,A 

> 60 

50 – 60 

< 50 

B 

> 50 

40 – 50 

< 40

C 

> 40 

30 – 40 

< 30

 

2 

Kadar air terkoreksi pada 20°C(mg/kg)

 

IEC 814 

O,A 

< 5

5 – 10 

> 10

B 

< 5

5 – 15 

> 15

C 

<10

10 – 25 

> 25

Note :

A = Trafo Tenaga dengan tegangan kerja 170 – 400 KV

B = Trafo Tenaga dengan tegangan kerja 72,5 – 170 KV

C = Trafo Tenaga dengan tegangan kerja <72,5 KV

O = Trafo Tenaga dengan tegangan kerja >400 KV

Keterangan :

Metode pengujian menggunakan IEC.156

Kriteria hasil uji menggunakan IEC.60422 Th.2005

 

 

Metode pengujian dan Pengaturan “Electrode gap” menurut beberapa std :

-IEC 156 Interval 6x (per menit)

-ASTM D.877 Interval 5 x


 


 

RINGKASAN

Kompresor merupakan mesin vital dalam system ash handling yang berfungsi untuk pendorong fly ash (abu terbang) yang merupakan sisa pembakaran dari furnace boiler untuk masuk ke ESP kemudian ke ash silo (tempat penampungan ash). Udara kompresi kemudian dihilangkan uap airnya menggunakan ‘air driyer ‘(pengering udara).

Pendinginan udara kompresi kedua peralatan tersebut diatas menggunakan air industrial yang disuplai dari raw water. Berdasarkan manual book standar seharusnya temperature inlet air pendingin di bawah 300C, padahal temperature kolam air industrial saat ini adalah 350C dengan kapasitas pompa industrial 100 m3/jam. Hal inilah yang menurunkan kapasitas heat exchanger (penukar panas) pada compressor dan air drier, sehingga menyebabkan malfungsi (trip) pada mesin-mesin tersebut. Permasalahan tersebut sementara diselesaikan dengan membuang air pendingin langsung ke selokan, sehingga head loses yang diakibatkan sistem pipa untuk kembali ke kolam industrial berkurang,sehingga mesin telah dapat beroperasi dengan discharge temperature 850C(normalnya 400C). Namun hal ini menyebabkan pembuangan air industrial bertemperature 900C dengan debit 9,48m3 /jam.

Opsi pemasangan cooling tower akan memanfaatkan kembali air industrial tersebut, sehingga menghemat penggunaan raw water sebesar 227,5 m3/hari dan penghematan biaya bulanan sebesar

Rp 10.237.500 atau biaya tahunan sebesar Rp 122.850.000.

KATA KUNCI

Kompresor, Air Drier, Ash Handling, Fly Ash, ESP, Ash Silo, Air Industrial, Raw Water, Heat Exchanger, Head Loss, Pemanfaatan Kembali Air Industrial, Cooling Tower.

PENGAMATAN

Pengukuran pada outlet air pendingin yang dibuang dari compressor dan air drier yang dilakukan pada tanggal 18 s/d 27 Januari 2010 adalah sebagai berikut :

Tgl

Kompressor A

Kompressor B

Air Driyer A

Air Driyer B

Waktu (detik)

Volume Air Terbuang (liter)

Debit (m3/jam)

Waktu (detik)

Volume Air Terbuang (liter)

Debit (m3/jam)

Waktu (detik)

Volume Air Terbuang (liter)

Debit (m3/jam)

Waktu (detik)

Volume Air Terbuang (liter)

Debit (m3/jam)

18/01/10

2,66

1,6

2,17

1,87

1,4

2,70

1,08

0,7

2,33

2,32

1,5

2,33

19/01/10

2,46

1,5

2,20

2,03

1,2

2,13

2,12

1,3

2,21

1,87

1,2

2,31

20/01/10

2,69

1,4

1,87

2,97

1,6

1,94

2,57

1,2

1,68

0,76

0,7

3,32

21/01/10

2,76

1,5

1,96

1,84

1,1

2,15

1,73

1,2

2,50

0,98

0,8

2,94

22/01/10

2,56

1,4

1,97

1,73

1,1

2,29

1,78

1,2

2,43

2,16

1,8

3,00

23/01/10

2,99

1,6

1,93

1,76

1,1

2,25

1,21

1,7

5,06

2,56

1,4

1,97

24/01/10

2,55

1,3

1,84

1,78

1,1

2,22

1,95

1,2

2,22

1,34

1,1

2,96

25/01/10

2,97

1,6

1,94

1,55

1,05

2,44

0,99

0,7

2,55

1,23

0,5

1,46

26/01/10

2,44

1,4

2,07

0,63

0,6

3,43

0,82

0,6

2,63

1,99

1,2

2,17

27/01/10

2,51

1,3

1,86

1,04

0,7

2,42

2,13

1,4

2,37

2,39

1,7

2,56

Rata2

1,98

Rata2

2,40

Rata2

2,60

Rata2

2,50

ANALISA

Dari data harian tersebut diatas maka dapat dilakukan analisa sebagai berikut:

  1. Dari data harian diatas maka air industrial yang terbuang adalah 9,48 m3/jam atau 227,5 m3/hari.
  2. Dengan diproses ulang oleh cooling Tower maka air tersebut tidak dibuang tetapi hanya dihilangkan panasnya.
  3. Total Penghematan yang bisa dilakukan 227,5 m3/hari air industrial atau

    227,5 x Rp 1500 = Rp 341.250/hari atau Rp 10.237.500/bulan atau Rp 122.850.000/tahun.

  4. Rincian biaya dan komponen untuk cooling tower adalah sebagai berikut :
    1. Pipa galvanis medium 2″            2 batang.
    2. Pipa galvanis medium 1,5″             4 batang.
    3. Buterfly valve KITZ 1,5″            2 pcs
    4. Buterfly valve KITZ 2″            2 pcs
    5. Strainer tipe flange 10 K KITZ 2″        2 pcs
    6. Check Valve flange 10 K KITZ 1.5″        2 pcs
    7. Flange 10 K 1.5″ KITZ            8 pcs
    8. Flange 10K 2″ KITZ             14 pcs
    9. Tee welded     2″ x 2″ x 2″            2 pcs
    10. Tee Welded 1.5″ x 1.5″ x 1.5″        2 pcs
    11. Elbow welded 2.5″                 8 pcs
    12. Elbow Welded 1.5″             8 pcs
    13. Floating valve 1″                 1 set
    14. Bolt, Nut, Ring M16x75mm            100 pcs                Rp 5.800.000
    15. Motor Pompa sirkulasi (memanfaatkan ex. Pompa service)
    16. Cooling tower Liang Chi Type LBC 80                         Rp 30.000.000
    17. Biaya instalasi termasuk consumable dan SDM                Rp 2.570.000

      Total biaya investasi            Rp 38.370.000

  5. Jangka Waktu pengembalian modal

    Rp 38.370.000 / Rp 10.237.500 = 3,74 bulan atau 4 bulan

PREDIKSI PENGHEMATAN

Harga raw water untuk air industrial, termasuk listrik & SDM

Rp 1500

Volume air industrial yang termanfaatkan kembali

6.825 m3 /bulan atau 81.900 m3/tahun

Investasi

Rp 38.370.000

Waktu Pengembalian modal

4 bulan

Penghematan biaya bulanan

Rp 10.237.500 /bulan

Penghematan biaya tahunan

Rp 122.850.000 / tahun

Team Peniliti

  1. Nanang Faruq A./Planner Engineer
  2. Operator WTP